<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>adalrico.net &#187; Opinion</title>
	<atom:link href="http://adalrico.net/category/opinion/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adalrico.net</link>
	<description>personal blog about photography, travel, human interest, delicacies, and any other good things in life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 17:08:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Wisata Kuliner di Vietnam &#8211; Bagian Pertama</title>
		<link>http://adalrico.net/2012/01/22/wisata-kuliner-di-vietnam-bagian-pertama/</link>
		<comments>http://adalrico.net/2012/01/22/wisata-kuliner-di-vietnam-bagian-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 16:14:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[city travel tips]]></category>
		<category><![CDATA[culinary]]></category>
		<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Travel Photography]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adalrico.net/?p=2949</guid>
		<description><![CDATA[Menurut pendapat saya, obyek wisata yang benar-benar luar biasa di Vietnam adalah wisata kuliner. Bagi saya, Vietnam adalah tujuan wisata kuliner terbaik yang pernah saya kunjungi. Setidaknya ada beberapa alasan mengapa saya berpendapat begitu: Bahan makanan terasa lebih segar dan arguably lebih baik. Bahkan buah-buahan yang dijual dipinggir jalan terasa lebih manis dan susu yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut pendapat saya, obyek wisata yang benar-benar luar biasa di Vietnam adalah wisata kuliner. Bagi saya, Vietnam adalah tujuan wisata kuliner terbaik yang pernah saya kunjungi. Setidaknya ada beberapa alasan mengapa saya berpendapat begitu:</p>
<ul>
<li>Bahan makanan terasa lebih segar dan <em>arguably </em>lebih baik. Bahkan buah-buahan yang dijual dipinggir jalan terasa lebih manis dan susu yang biasa dijual juga terasa lebih enak dan segar rasanya.</li>
<li>Biaya makan disana murah sekali. Makanan di pinggir jalan &#8211; yang terasa sangat enak dan banyak &#8211; sekitar 20 ribu Rupiah, tidak termasuk minum. Restauran yang agak bagus, seperti Ancient Hue atau Ngon, biaya per orangnya sekitar 100-200 ribu Rupiah.</li>
<li>Bumbu makanan yang sangat bervariasi. Kabarnya, di Vietnam sendiri ada sekitar 50 jenis bumbu makanan. Tentu tidak mungkin saya coba semuanya, tetapi dengan keragaman bumbu yang sebanyak itu, saya bisa bayangkan betapa kreatifnya orang Vietnam dalam mengolah makanannya.</li>
</ul>
<p>Beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai wisata kuliner di Vietnam:</p>
<ul>
<li>Jangan anggap remeh penjual makanan yang di pinggir jalan, termasuk yang di trotoar. Makanan mereka lebih enak daripada kebanyakan restauran dan biasanya orang lokal lebih suka pergi ke penjual makanan di pinggir jalan. Restauran kebanyakan diisi oleh turis.</li>
<li>Mengenai kebersihan, secara umum gak usah terlalu dipikirin. Nikmati aja makanannya dan jangan lupa selalu siapkan obat diare dari Indonesia siapa tahu diperlukan. Membeli obat di Vietnam bukan perkara mudah, karena kebanyakan tidak bisa bahasa Inggris dan obat OTC-nya mempunyai nama dagang yang berbeda. Restauran besar biasanya cukup higienis.</li>
<li>Jika makan di pinggir jalan, biasanya mereka tidak menjual minuman terpisah.</li>
<li>Saya pemakan segala macam, jadi saya gak pernah pusingin daging apa yang sedang disajikan, asalkan bukan daging manusia atau monyet.</li>
<li>Hitung kembalian dengan cermat.</li>
<li>Turis biasanya di charge lebih mahal kalau di pinggir jalan, tapi sekitar 10-20rb Dong lebih mahal. Itu hanya sekitar 10ribu Rupiah, jadi sebaiknya gak usah diributin kalau agak digetok sedikit makanannya.</li>
<li>Untuk referensi restauran, wikitravel lebih bisa diandalkan daripada lonely planet atau frommer. Kedua buku itu menyajikan restauran yang cocok untuk selera <em>bule.</em></li>
<li>Makan di pinggir jalan harus cepat, dan mereka gak segan-segan untuk membersihkan meja jika dilihat kita sudah berhenti makan atau piring kita sudah kosong. Jika ingin makan santai, pergi saja ke restauran.</li>
<li>Semakin banyak turisnya, biasanya makanannya gak begitu enak (ada pengecualian tentunya), tapi yang pasti tempatnya jauh lebih enak dan bersih.</li>
<li>Untuk restauran, biasanya mereka memungkinkan untuk membayar dalam USD atau EUR, tapi sebaiknya selalu bayar dalam dong (VND) karena ratenya tetap lebih murah.</li>
<li>Menurut saya, makanan <em>seafood</em> di Vietnam tidak seenak makanan yang dihasilkan dari daratan (misalnya sapi, babi, sayur2an, etc).</li>
</ul>
<p>Nah, dalam tulisan kali ini, saya akan memuat beberapa tempat yang memberikan kesan bagi saya, entah itu kesan baik atau buruk. Kita mulai saja per kota nya:</p>
<p><strong>Hoi An</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8411-Edit.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2951" title="IMG_8411-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8411-Edit.jpg" alt="" width="720" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Hoi An terkenal dengan <strong>sandwich</strong> nya. Kabarnya, sandwich terbaik berasal dari Hoi An dan menurut pendapat saya, hal itu benar sekali. Sandwich diatas dibeli dari gerobak sandwich di pinggir jalan dengan harga 15 ribu VND saja (gak sampai 10 ribu Rupiah). Rasanya luar biasa enak, apalagi ketika masih panas. Isinya babi panggang khas vietnam, sosis, sayur-sayuran, bumbu tertentu, dan tentu saja roti sandwich. Penjualnya ini:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8404-Edit.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2953" title="IMG_8404-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8404-Edit.jpg" alt="" width="720" height="480" /></a></p>
<p>Selain penjual sandwich di pinggir jalan, di sepanjang blok kota tua Hoi An juga bertebaran berbagai macam restauran yang menjual makanan asli Hoi An. Yang paling saya rekomendasikan adalah <strong>Morning Glory</strong>. Mereka menjual kopi yang enak, pork belly yang enak, dan pho yang luar biasa enak. Ini penampakan <em>roasted pork belly with caramel sauce</em> yang hmmmm&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8639-Edit.jpg"><img class="wp-image-2954" title="IMG_8639-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8639-Edit.jpg" alt="" width="720" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Morning Glory beralamat di 1o6 Nguyen Thai Hoc, Hoi An. Apa masih ada lagi makanan andalan di Hoi An? Ada! Dan kali ini restaurannya terletak di daerah penduduk (bukan di tempat wisatanya) dan agak masuk gang sedikit&#8230;.namanya<strong> Bale Well</strong> yang beralamat di 45/51 Trung Hung Dao, atau silahkan tanya sama penduduk lokal. Mereka menyajikan <em>Grilled Pork Satay, Rice Pancakes, Spring Rolls, Grilled Pork. </em>Cara makannya? Semuanya digabung jadi satu! Sayuran dan dagingnya segar sekali, tetapi yang lebih baik lagi adalah racikan bumbunya yang khas dan luar biasa rasanya. Ini penampakannya:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8277-Edit.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2955" title="IMG_8277-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8277-Edit.jpg" alt="" width="720" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8272-Edit.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2957" title="IMG_8272-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8272-Edit.jpg" alt="" width="480" height="720" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Hue City</strong></p>
<p style="text-align: left;">Hue terkenal dengan hidangan mie-nya, meskipun masih terpengaruh dengan masakan gaya Hanoi (oke, itu kata Wikitravel, meskipun saya gak ngerti yang namanya gaya Hanoi itu seperti apa ;p). Hue mempunyai distrik khusus untuk turis, mungkin jika dicari perumpamaannya, lebih mirip dengan jalan Jaksa di Jakarta. Seperti lazimnya daerah turis, banyak tempat makan dan bar-bar yang <em>tourist friendly</em> atau menurut saya, lebih cocok disebut <em>bule friendly</em> karena harganya untuk bule backpack dan kebanyakan staf nya bisa berbahasa Inggris.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9034-Edit-2.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2958" title="IMG_9034-Edit-2" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9034-Edit-2.jpg" alt="" width="720" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Nah, untuk di daerah ini, saya merekomendasikan<strong> Ong Tao</strong> ( 31 Chu Van An) yang menyajikan makanan tradisional Hue dengan harga terjangkau dan rasa yang luar biasa. Ini contoh penampakannya:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8914.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2960" title="IMG_8914" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8914.jpg" alt="" width="720" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Dan satu lagi adalah <strong>Mandarin Cafe</strong>. Sebenernya ini lebih cocok disebut cafe daripada restauran. Menu andalannya adalah <em>Banana Pancake with Cholocate Sauce </em>yang luar biasa rasanya. Memang kedengeran agak <em>touristy</em> dan gak asli dari Vietnam, tapi emang bener rasa panekuknya enak sekali. Pemiliknya adalah Mr. Cu dan beliau merupakan fotografer andal. Di kafenya beliau memajang karya-karya fotografinya yang menurut saya bagus sekali. Mr. Cu senang sekali berbicara mengenai foto-fotonya. Harga makanannya juga murah dan sesuai dengan standar di Vietnam. Ini penampakan <em>Banana Pancake-</em>nya:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9346-Edit.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2961" title="IMG_9346-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9346-Edit.jpg" alt="" width="480" height="720" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Belum puas dengan yang diatas, kami mencoba restaurant <strong>Ancient Hue Royal Cuisine</strong>. Menurut saya, ini adalah restauran terbaik yang saya kunjungi selama di Vietnam. Makanannya luar biasa enak, service nya luar biasa baik &#8211; bahkan kokinya rela datang ke meja tamu untuk memperagakan <em>food carving, </em>dan harganya juga menurut saya sangat <em>reasonable &#8211; </em>harganya diatas standar Vietnam, akan tetapi tetap jauh lebih murah daripada restauran umumnya di Jakarta! Apa menu andalannya? Tentu saja saya memesan <em>bun bo hue</em> yang terkenal itu dengan penampakan seperti ini:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9218.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2963" title="IMG_9218" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9218.jpg" alt="" width="480" height="720" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Selanjutnya kita memesan <em>Crystal Spring Roll &#8211; Steam<strong>. </strong>Rice papernya</em> luar biasa enak dan halus!</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9205-Edit.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2964" title="IMG_9205-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9205-Edit.jpg" alt="" width="480" height="720" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Yang menariknya, restauran ini juga menyediakan kerupuk udang dan acar sambil menunggu makanannya keluar dan itu juga enak! Kami sampai minta tambah 3 kali! Sayangnya saya gak sempat ambil fotonya karena keasyikan makan kerupuk <img src='http://adalrico.net/2011/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Setelah makan siang selesai, kami kemudian minum <em>ice coffee </em>supaya gak ngantuk kekenyangan :p</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9246-Edit.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2965" title="IMG_9246-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9246-Edit.jpg" alt="" width="720" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Dan ini dia koki yang menunjukkan <em>food carving </em>kepada kami:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9245-Edit.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2966" title="IMG_9245-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9245-Edit.jpg" alt="" width="480" height="720" /></a></p>
<p><strong>Hanoi</strong></p>
<p>Salah satu surga makanan di Vietnam. Makanan terbaik di Hanoi dapat ditemui di pinggir jalan dan pemandangan menarik juga bisa ditemui disana <img src='http://adalrico.net/2011/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Berhubung masyarakat Vietnam/Hanoi sudah terbiasa dengan motor, maka jangan heran jika melihat pengendara motor di Vietnam/Hanoi biasanya cantik-cantik dan modis, berbanding 365 derajat dengan pengendara motor di Jakarta. Jangan kaget juga kalau melihat cewek modis dengan sepatu hak tinggi 10cm bisa turun dari motornya dan dengan cuek makan di pinggir trotoar Hanoi <img src='http://adalrico.net/2011/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9417-Edit1.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2967" title="IMG_9417-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9417-Edit1.jpg" alt="" width="720" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Makanan pinggir jalan yang terbaik kami coba adalah yang berlokasi di 66 Hang Bong. Luar biasa ramai dikunjungi oleh penduduk lokal maupun turis. Harga juga luar biasa murah dan rasa makanannya jauh lebih baik daripada harga yang dibayarkan. Makanannya sudah dibumbui dan tinggal dibakar/<em>grilled </em>saja oleh pelayannya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9758-Edit.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2969" title="IMG_9758-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9758-Edit.jpg" alt="" width="720" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Itu teman saya, bukan penjualnya :p</p>
<p style="text-align: left;">Selanjutnya yang wajib dicoba di Hanoi adalah<strong> Cha Ca La Vong</strong>. Itu adalah makanan ikan goreng dengan bumbu khusus dan sayur. Menurut Time, Cha Ca La Vong adalah makanan yang harus dicoba dalam hidup ini dan merupakan salah satu makanan legendaris dari Hanoi. Cha Ca La Vong berlokasi di 14 Pho Cha Ca. Nama Cha Ca diambil dari nama restauran ini yang memang legendaris. Tempatnya biasa saja, gak istimewa. Tetapi makanan disini lebih mahal daripada standar Vietnam apalagi jika dibandingkan dengan tempatnya. Harga <strong>per orang</strong> adalah VND 75 ribu, namun menurut saya, harga tersebut sebanding dengan rasa makanannya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8723-Edit.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2972" title="IMG_8723-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8723-Edit.jpg" alt="" width="480" height="720" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Berhubung saya sudah cukup ngantuk, artikel mengenai kuliner di Vietnam ini akan saya sambung lagi nanti <img src='http://adalrico.net/2011/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adalrico.net/2012/01/22/wisata-kuliner-di-vietnam-bagian-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ordinary Vietnamese</title>
		<link>http://adalrico.net/2012/01/05/ordinary-vietnamese/</link>
		<comments>http://adalrico.net/2012/01/05/ordinary-vietnamese/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 17:45:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adalrico.net/?p=2876</guid>
		<description><![CDATA[Boat rower in Tam Coc Vietnam is a communist government with a capitalist economy. Just like China, the Market-oriented socialism (a soft word for Communism) is the new trend. And just like China as well, the social gap is huge between the rich and poor. One can see a block filled with street vendors, foodstalls, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Boat rower in Tam Coc</p>
<p>Vietnam is a communist government with a capitalist economy. Just like China, the Market-oriented socialism (a soft word for Communism) is the new trend. And just like China as well, the social gap is huge between the rich and poor. One can see a block filled with street vendors, foodstalls, and so on but within few blocks the roads are filled with the latest Audi Q7, BMW M5, Porsche Cayenne (a lot!), and Bentley Continental GT. That&#8217;s the common view in Saigon and Hanoi. As mentioned in Lonely Planet book, Ho Chi Minh is a national hero but it is Deng Xiaoping&#8217;s school of economics that has prevailed.</p>
<p>Vietnam is traditionally a rural agrarian society. With fast economic growth (btw, now the economy of Vietnam is starting to overheat), there are massive urbanization whereby as the big cities becoming prosperous, they are also becoming more populous. Nevertheless, the immigrants are not all becoming prosper, so they still live like what they were used to be, thus making the life in big cities like Hanoi and Saigon very vibrant and interesting: At one side one can see a cool white Maserati and the other side there are people selling fruits and spices with bicycle. That&#8217;s the real face of Vietnam: huge social gap between the rich and the poor. Thanks to the Market Oriented Communist and too bad for Uncle Ho, because I think this is not what he wanted before.</p>
<p>Typical Vietnamese are making around USD 2 per day. So if you feel that they ferociously want to squeeze every dollar from you as a tourist, don&#8217;t feel offended. Just smile and politely refuse. There is no harm doing it.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8964-Edit.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2878" title="IMG_8964-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8964-Edit.jpg" alt="" width="576" height="864" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Sandwich Vendor</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9290-Edit.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2879" title="IMG_9290-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9290-Edit.jpg" alt="" width="576" height="864" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Former Vietkong, demonstrating the door trap inVietnam wars. He speaks good English.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9106-Edit.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2880" title="IMG_9106-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9106-Edit.jpg" alt="" width="900" height="600" /></a></p>
<p style="text-align: center;">In Indonesia, we called this Super Ojek!</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0258-Edit.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2882" title="IMG_0258-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0258-Edit.jpg" alt="" width="576" height="864" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Ho Chi Minh square is a cheap destination for most Vienamese</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9852-Edit.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2883" title="IMG_9852-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9852-Edit.jpg" alt="" width="576" height="864" /></a>He can draw your face in 10 minutes</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9928-Edit.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2884" title="IMG_9928-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9928-Edit.jpg" alt="" width="900" height="600" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Barber plus fotograpfer</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0728-Edit.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2885" title="IMG_0728-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0728-Edit.jpg" alt="" width="900" height="600" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Even in sea, they are trying to make a living</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8912-Edit1.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2886" title="IMG_8912-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_8912-Edit1.jpg" alt="" width="480" height="720" /></a></p>
<p style="text-align: center;">I just bought Nail Cutter from her. I hope her smile is genuine.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9998-Edit.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2887" title="IMG_9998-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9998-Edit.jpg" alt="" width="900" height="600" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Preparing for graduation party</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9417-Edit.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2888" title="IMG_9417-Edit" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2012/01/IMG_9417-Edit.jpg" alt="" width="900" height="600" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Best food in Hanoi? They are scattered around the place!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adalrico.net/2012/01/05/ordinary-vietnamese/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ha Long Bay</title>
		<link>http://adalrico.net/2011/12/24/ha-long-bay/</link>
		<comments>http://adalrico.net/2011/12/24/ha-long-bay/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 04:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[landscape]]></category>
		<category><![CDATA[panduan wisata]]></category>
		<category><![CDATA[travel tips]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adalrico.net/?p=2834</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Here is the unfinished works of the Beings&#8230;Here is the stones which the Giant played and threw away&#8221;. &#8211; Xuan Dieu &#8220;Only mountains accept to be old, but Hạ Long sea and wave are young for ever&#8221;. &#8211; Nguyen Tuan &#8220;It is the wonder that one cannot impart to others&#8221;. &#8211; Ho Chi Minh Ha ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2011/12/IMG_8656-Edit.jpg"></a><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2011/12/IMG_8656-Edit1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2837" title="Ha Long Bay" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2011/12/IMG_8656-Edit1.jpg" alt="" width="900" height="600" /></a><br />
&#8220;Here is the unfinished works of the Beings&#8230;Here is the stones which the Giant played and threw away&#8221;. &#8211; Xuan Dieu</p>
<p><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2011/12/IMG_0653-Edit.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2836" title="Ha Long Bay" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2011/12/IMG_0653-Edit.jpg" alt="" width="900" height="600" /></a></p>
<p>&#8220;Only mountains accept to be old, but Hạ Long sea and wave are young for ever&#8221;. &#8211; Nguyen Tuan</p>
<p><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2011/12/IMG_0646-Edit.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2838" title="Ha Long Bayt" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2011/12/IMG_0646-Edit.jpg" alt="" width="900" height="600" /></a></p>
<p>&#8220;It is the wonder that one cannot impart to others&#8221;. &#8211; Ho Chi Minh</p>
<p><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2011/12/IMG_8681-Edit.jpg"></a><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2011/12/IMG_8710-Edit.jpg"></a><a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2011/12/IMG_8553-Edit.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2841" title="Ha Long Bay" src="http://adalrico.net/2011/wp-content/uploads/2011/12/IMG_8553-Edit.jpg" alt="" width="600" height="900" /></a></p>
<p>Ha Long Bay literally means descending dragon bay. It is Vietnam&#8217;s top destination and also a UNESCO World Heritage Site. It boasts magnificent limestone monolithic islands and the geo-diversity of environment. Several islands also feature enormous caves.</p>
<p>Visitors can visit the Ha Long Bay for a day trip, or 2-3 days trips where one can stay aboard the cruises. As a general rule, at least USD 100 per day package can provide basic comfort and sufficient for most people. The activities in Ha Long Bay are cruising the limestone islands, kayaking, cave exploring, swimming, and trekking in Cat Ba Islands. Note that for USD 100 per day trip will include kayaking, cruising, swimming, and cave exploring. Trekking in Cat Ba island is normally for more expensive trip package.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adalrico.net/2011/12/24/ha-long-bay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A Thought on Vietnam &#8211; from short trip</title>
		<link>http://adalrico.net/2011/12/06/travel-tips-and-experience-vietnam/</link>
		<comments>http://adalrico.net/2011/12/06/travel-tips-and-experience-vietnam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 17:36:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[city travel tips]]></category>
		<category><![CDATA[holiday]]></category>
		<category><![CDATA[travel tips]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adalrico.net/?p=2829</guid>
		<description><![CDATA[I just returned from 2 weeks holiday in Vietnam. Most of my friends questioned me how did I spend 2 weeks in Vietnam, or in simple words, are there anything to see in Vietnam for 2 weeks? Was it worth? Well, it&#8217;s been my style of travelling: I&#8217;d prefer to stay an extended period in ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I just returned from 2 weeks holiday in Vietnam. Most of my friends questioned me how did I spend 2 weeks in Vietnam, or in simple words, are there anything to see in Vietnam for 2 weeks? Was it worth?</p>
<p>Well, it&#8217;s been my style of travelling: I&#8217;d prefer to stay an extended period in a single country instead of hopping countries. Let&#8217;s say I&#8217;d prefer to spend 2 weeks in Spain only instead of spending 2 weeks in Spain, France, Germany, Austria, and so on. This way I can enjoy my stay; learn more about the culture, enjoy the delicacies, know more people, get a grasp on the history and the spirit of the place I visit, not worry of being hurried, and best of all: it is much cheaper than countries hopping.</p>
<p>My verdict of Vietnam is&#8230;.it is overrated. But it doesn&#8217;t mean that it is not worth visited, indeed it is a country which one should visit once in the lifetime. I visited South to North side of Vietnam: Hanoi, Hue, Da Nang, Hoi An, and Saigon (now known as Ho Chi Minh city, but I&#8217;d prefer Saigon &#8211; it sounds great). The trip also includes out of city trips, such as Marble Mountain, Ha Long Bay, My Son, Cao Dai Holy See, Chu Chi Tunnels, Hoa Lu, and Tam Coc. Unfortunately, Sapa was not included in the itinerary due to time constraint (even I feel that 2 weeks was not enough!). The highlight of my trip is Hanoi. It is a city with character. I love Hanoi very much. If I was asked to go back to Vietnam, I&#8217;d opt for Hanoi (and next time, with trip to Sapa).</p>
<p>I would start first with things which I don&#8217;t fancy about Vietnam:</p>
<ul>
<li>The people. They are trying to squeeze every Dollar from you. They are pretty much interested with how many Benjamins or Uncle Hos in your pocket. They unashamedly asking for ridiculous tips, giving over-promised service (i.e. rip off tour service), luring you to tourist traps, and some taxi drivers are dishonest. But if you consider that most of Vietnamese are making less than $2 per day, perhaps it will ease your exacerbation. However these do not apply to all Vietnamese. Surprisingly you can find modest and honest people in most areas, particularly areas which are not for tourism. How to deal with most Vietnamese: bargain hard, thick face black heart, talk in details, use google translate (always bring your smartphone), don&#8217;t be intimidated but feel free to intimidate if necessary, smiles can solve most problems, count the change money carefully, never show how much money you got, and be patient with them. Generally they speak poor English, but I don&#8217;t think it is a problem because I understand that English is not their main language and I find it is amusing to convey your mind using gestures, props, or even Google Translate! By the way, I think well educated Vietnamese are mostly honest and helpful.</li>
<li>Traffic. Crazy motorbike drivers, car drivers, and pedestrians. Oh, get used to the honks.</li>
<li>Overrated service and scenery. When they say 4 stars service, mostly it is 3 stars service. When they say Halong Bay is awesome, it is&#8230;but only for the first 2 days. When they&#8217;re very proud of their world heritages such as Hoi An old city or My Son temple ruins (yes, ruins!), they&#8217;ve never seen Beijing or even the mighty Prambanan temple in Indonesia. But they&#8217;re still worth visiting anyway. I think they are overrated because the Vietnamese government has done good job in promoting and supporting their tourism. Not the best anyway, but when I compare with how the Indonesian Government promotes our tourism, the Vietnamese are way better than our pity Government.</li>
<li>Social discrepancies. You can see peddlers or very poor people in the streets of Hanoi and Saigon, but within next blocks, you can see cool white Maserati, black Range Rover, latest Porsche Carrera, and the awesome silver BMW M5.</li>
</ul>
<p>And what I fancy about Vietnam?</p>
<ul>
<li>Cheap cheap cheap. Thanks God despite annoying Vietnamese people (not all, remember that), the country is very cheap. Room hotels are comparably cheap, the foods are cheap, and even the people are cheap. I was told that when you hit someone on the road, just ensure the victim is dead because once the victim is dead, you will need to pay equivalent to 20 Benjamins to the family (more or less). If the victim is not dead, or becoming crippled, then you have to take care him or her for the rest of the life.</li>
<li>Great foods: meats, vegetables, fruits, and even dairy products. Even hawker foods are mostly way better than restaurants.</li>
<li>Lively city, except Saigon. Saigon is just like a boring megacity. Hanoi, Hue, and Hoi An, they all have certain characteristics with unique crowds.</li>
<li>Original experience in rural areas.</li>
<li>Great weather with clean sky (to see the stars).</li>
</ul>
<p>So in overall, Vietnam is worth visiting but I don&#8217;t think I will be there for second time, with exception of Hanoi and Sapa. I will post some pictures in other posts, plus some tips or interesting points for travelling.</p>
<p>Some tips from me regarding travelling in Vietnam:</p>
<ul>
<li>bargain or negotiate any price they quote to you. But remember, there are some places which offer fixed price thus not allowing negotiation</li>
<li>it is better to draw cash from ATM rather than exchanging your money. Always search Foreign Bank ATMs, such as ANZ, CITIBANK, HSBC, or Standard Chartered. They offer much better exchange rates than money changers or local banks ATMs. Vietnam is a bit modern, plenty of ATMs</li>
<li>use vietnam mobile numbers. They are cheap and reliable. For blackberry users, one can buy viettel sim card for prepaid blackberry service. If using viettel, send text &#8220;bb mail tuan&#8221; to +116 and then reply &#8220;dong y&#8221; for 7 days prepaid blackberry which will cost 30k VND. Don&#8217;t buy sim card in the airport. They are rip off. Ask hotel reception to help buying sim card</li>
<li>when you cross the road, see yiur left and your right. Walk confidently and fear nothing because the drivers drive slowly and carefully. Do not hesitate when crossing the road</li>
<li>dont worry too much about hygiene. Just enjoy the foods and if you have weak stomach, also bring anti diarheaa</li>
<li>bring hand sanitizer and wet tissue to clean toilets if necessary</li>
<li>tipping is not necessary but it would be better to appreciate good service by giving tips</li>
<li>at anytime, dont get angry easily. You&#8217;ll be in foreign land, so be nice. Smile can solve most problem</li>
</ul>
<p>One more thing, with regards to taxi. We were tricked by Vinasun taxi in Saigon. Its taxi number is 1889 and the driver name is Bao Hung. He drove us around the city whilst our destination is only 1km from our Hotel. It cost us 180k VND while later on, we found out it was supposed to be 30k VND. I understand that not all Vinasun taxi drivers are like that, but if possible, try to get Mai Linh taxi in Saigon.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adalrico.net/2011/12/06/travel-tips-and-experience-vietnam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Low Mood</title>
		<link>http://adalrico.net/2011/10/11/low-mood/</link>
		<comments>http://adalrico.net/2011/10/11/low-mood/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 16:14:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adalrico.net/?p=2800</guid>
		<description><![CDATA[Due to personal reasons, I am not in the mood for writing and posting my pictures. I even feel my photography passion is hibernating. I will be back soon after I settle all of these problems.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Due to personal reasons, I am not in the mood for writing and posting my pictures. I even feel my photography passion is hibernating. I will be back soon after I settle all of these problems.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adalrico.net/2011/10/11/low-mood/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My Guide to Life</title>
		<link>http://adalrico.net/2011/03/16/my-guide-to-life/</link>
		<comments>http://adalrico.net/2011/03/16/my-guide-to-life/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2011 17:06:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[contemplation]]></category>
		<category><![CDATA[personal thought]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adalrico.net/?p=2508</guid>
		<description><![CDATA[Anita dragged me to this &#8220;guide-to-life&#8221; thing &#8211; not to spread the wisdom, but because it was fun (anyway, who&#8217;s gonna believe my wisdom?). So she tempted me to write a letter to myself, like what I am going to advice to my then 16 (or 17) years old self. Sounds funny but actually it ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://finally-woken.com/2011/03/my-guide-to-life/" target="_blank">Anita</a> dragged me to this &#8220;guide-to-life&#8221; thing &#8211; not to spread the wisdom, but because it was fun (anyway, who&#8217;s gonna believe my wisdom?). So she tempted me to write a letter to myself, like what I am going to advice to my then 16 (or 17) years old self. Sounds funny but actually it was like a contemplation of my youth and by the time I start writing this post, I am planning to contact my high school mates.</p>
<p>Here we go.</p>
<p><em>Dear me,</em></p>
<p><em>I am writing this not to regret what I haven&#8217;t done, but to share what I&#8217;ve learned from things I did when I was your age. So I am telling you the first lesson: never regret what you&#8217;ve done or haven&#8217;t done because there is no use of it. You can&#8217;t reverse back time and you&#8217;re just wasting time for regretting. Instead, you need to learn something from your past and use it for future. Enjoy your present life and prepare for your future.</em></p>
<p><em>I understand that you might envy the life of people at or above my age (this year I am 28). You see that we can have our money, we can go wherever we want with our money, nobody tells us what to do and not to do (well not really), and we can buy whatever we want (well, not everything&#8230;). In short, you see we have the freedom that you always dream. But frankly speaking, we have to sacrifice a lot for it; our time, our health, and sometimes our family and friends. Sometimes we envy your creativity, passion, and idealism. Be proud of it.</em></p>
<p><em>Love? Ah&#8230;this is the spice of youth. Well, plainly speaking, it&#8217;s not love, but just crush. You can&#8217;t expect to meet your &#8220;The One&#8221; at your age. Of course there are cases where high school friends become real married couple few years later, but it is very very rare and don&#8217;t hang your expectation there. Make friends with a lot of girls and if you can, kiss a lot of them. Don&#8217;t be a bastard because the girls will share such information easily among them and you will ruin your chances. If you can&#8217;t kiss the most beautiful girls at school, don&#8217;t feel low because in the next few years, they will change a lot (could be prettier or worse, fatter or slimmer, etc) and do not underestimate the underrated girls at school because, same principle with the beautiful girls, they will change a lot (could be prettier or worse, could be a next supermodel or the next Lux Soap Star). So it is important to maintain good contact with the girls  at school because you will be surprised in the future.</em></p>
<p><em>Education! Sounds boring, doesn&#8217;t it? But this is the key for your future. You will appreciate the benefit of your education in the future and grateful for the opportunity to have education. </em></p>
<p><em>You need to know that to get good grades and opportunity to advance your study, you don&#8217;t have to be smart or genius, but you have to be diligent and work hard for this. You will learn that to be successful in life, it is about persistence, diligence, perspiration, network, and hard work. It is not about inspiration, talent, being genius, or so on as you probably heard. Whatever your passion, you will need to put your hard work in it. </em></p>
<p><em>Aim high. If you think you&#8217;re talented in Science, aim for Medical School, Engineering, or Stock/Bond Trading. If you think you&#8217;re talented in  Music, aim for Julliard School of Music. If you think you have good social skill, aim for being a lawyer, entrepreneur, or anthropologist. If your girlfriend doesn&#8217;t want you to pursue your dreams, dump her. It is easier to dump her than dumping your dreams. </em></p>
<p><em>Go to the parties, embrace the trends, get drunks, and make a lot of friends. To be a popular guy, you don&#8217;t have to drive fancy cars or wear trendy outfit. Just be nice and helpful to everybody. Don&#8217;t be a snub.</em></p>
<p><em>Learn to play music instruments and get a band. It works for the girls and it helps to build up your confidence. You don&#8217;t have to be good at music, but at least you have courage to play some tunes in front of public. </em></p>
<p><em>Read and watch porns so you know more about sex than your parents, teacher, or priest teach you, but don&#8217;t believe all the porn magazines say and your friends say about sex. They are just speculating. It&#8217;s easy to fall on free sex &#8211; it&#8217;s fun anyway! but it is hard to get out and there are big consequences about it: pregnancy, early parenthood, sexually transmitted disease, humiliation, and goodbye to your dreams. </em></p>
<p><em>Choose your friends, in a good way. You know, friendship is like a virus: it is contagious. If your friends are junkies, you will be a junkie. If your friends are snub and rich, then you will be like them. </em></p>
<p><em>If a guy slap your right cheek, kick his balls and don&#8217;t let him to slap your left cheek. You&#8217;re not Jesus. But always remember this: do not start the fight. </em></p>
<p><em>Smoking is not cool. Having active and sporty lifestyle is cool.</em></p>
<p><em>A glass of wine everyday will keep you healthy. A glass of beer everyday will only make your tummy bigger. </em></p>
<p><em>Your  music is Heavy Metal or Hard Rock. If it is too loud, then you&#8217;re too old.</em></p>
<p><em>Your parents love you, despite whatever they say to you. If you don&#8217;t buy this advice, just remember that &#8220;Cash is King&#8221;. Your parents pay for your food, your house, your outfit, your education, your phone bill, your date, etc. If you still don&#8217;t like them, just get out from home and make your own living. </em></p>
<p><em>Don&#8217;t waste your youth. It only happens once.</em></p>
<p><em>Regards, Me.</em></p>
<p>Now I am tagging several blogbuddies to write their own letter to 16 or 17 years old self as follows:</p>
<p><a href="http://reserveradefashion.blogspot.com/" target="_blank">Ayep.</a> A fashion blogger. Last time I saw her about 6-7 years ago when we were in the University. Now she lives a good life in Kansas, US.</p>
<p><a href="http://estrelladion.wordpress.com/" target="_blank">Stella</a>. Also a Banker. She loves to sing, travel, photography, and very good at spending money <img src='http://adalrico.net/2011/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://misslailai.com/" target="_blank">Veny Lai</a>. She&#8217;s a good friend of Stella and we worked in the same Bank (but actually, I just met her once ;p)</p>
<p><a href="http://aboutivy.net/">Ivy</a>. Mom of  two beautiful girls. I think she should write what her advice to her teen age daughter. That&#8217;s interesting.</p>
<p><a href="http://putradaerah.wordpress.com/" target="_blank">Donny Alfan</a>. A photoblogger from Solo. He&#8217;s a funny guy, talented photographer and already making more money than I do from Photography <img src='http://adalrico.net/2011/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://tere616.blogspot.com/" target="_blank">Juinita Sendu</a>k. Also a mom of two beautiful girls. Would to see her advice to her teenage daughters.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adalrico.net/2011/03/16/my-guide-to-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rony Zakaria</title>
		<link>http://adalrico.net/2011/01/09/rony-zakaria/</link>
		<comments>http://adalrico.net/2011/01/09/rony-zakaria/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Jan 2011 03:49:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Snapshot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adalrico.net/?p=2208</guid>
		<description><![CDATA[I stumbled on his website when I was looking for a reference for my upcoming trip. Rony Zakaria is a photojournalist and his works have been published in various magazines/publications and he has won several awards. Nice resume! His photographs are simple, engaging, and with very good composition. Simply lovely. You can check his website ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I stumbled on his website when I was looking for a reference for my upcoming trip. Rony Zakaria is a photojournalist and his works have been published in various magazines/publications and he has won several awards. Nice resume!</p>
<p>His photographs are simple, engaging, and with very good composition. Simply lovely. You can check his website at <a href="http://www.ronyzakaria.com/photos/features/saving_angkor_2007/index.html">http://www.ronyzakaria.com/</a> .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adalrico.net/2011/01/09/rony-zakaria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salzburg oh Salzburg</title>
		<link>http://adalrico.net/2010/11/19/salzburg/</link>
		<comments>http://adalrico.net/2010/11/19/salzburg/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 18:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Snapshot]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adalrico.net/?p=1773</guid>
		<description><![CDATA[Salzburg&#8230;who will not fall in love with Salzburg? It got wonderful landscape, friendly and helpful people, romantic old city, and terrific cafes. Expensive? Absolutely. But it was worth the experience. The city is considerably small and safe. It is not hard to navigate around the city and most people can speak English. When you&#8217;re there, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.adalrico.net/wpdec09/wp-content/uploads/2010/11/IMG_3052-mini.jpg"><img class="size-full wp-image-1777 alignnone" title="Salburg City from the top" src="http://www.adalrico.net/wpdec09/wp-content/uploads/2010/11/IMG_3052-mini.jpg" alt="Salburg City from the top" width="550" height="390" /></a></p>
<p>Salzburg&#8230;who will not fall in love with Salzburg? It got wonderful landscape, friendly and helpful people, romantic old city, and terrific cafes. Expensive? Absolutely. But it was worth the experience.</p>
<p>The city is considerably small and safe. It is not hard to navigate around the city and most people can speak English. When you&#8217;re there, you can buy Salzburg Card. It is a free pass to use public transportation in Salzburg and also to enter several important tourist attractions in Salzburg &#8211; up to three days. One can buy it in train stations or hotel front desk.</p>
<p><a href="http://www.adalrico.net/wpdec09/wp-content/uploads/2010/11/IMG_3041.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1781" title="Salzburg Card" src="http://www.adalrico.net/wpdec09/wp-content/uploads/2010/11/IMG_3041.jpg" alt="Salzburg Card" width="550" height="366" /></a></p>
<p>Like other tourism cities in Europe, the hotels in Salzburg were relatively more expensive and got smaller rooms compared with its peers in Asia, especially Indonesia. But most hotels in Salzburg were well maintained and clean, despite smaller. At the time, we stayed at Hotel Drei Kreuz, Salburg. It was a nice hotel, small room, a bit expensive to our Asian standard, but clean, friendly staffs, and well maintained. It is also located within walking distance to the city center / Old City.</p>
<p>The main attractions are mostly located in the Old City, so one can spend a day to explore Old City. In Old City there were a lot of shops with vintage alleys. There were several museums, cathedral, cemetery, palace, and the Festung. They were worth visiting.</p>
<p><strong>Salzburger Dom&#8217;s </strong>exterior was perhaps, just like typical Cathedral found in other places in the world, but surprisingly, the Salzburg Cathedral (Salzburger Dom) had terrific interior. It boasted beautiful carvings and paintings in the wall and ceilings. Cologne Cathedral might be the most majestic Cathedral in German speaking countries, but Salzburg Cathedral perhaps was the most beautiful Catherdal in German speaking countries.</p>
<p>Don&#8217;t forget to visit the <strong>St. Paul cemetery</strong> behind the Salzburg Cathedral. It&#8217;s been there for around a millenia and the cemetery is literally beautiful with fresh flowers, beautiful carvings, and well maintained graveyards. Spooky? Not at all.</p>
<p>Selected pics from Salzburg:</p>
<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-18-1773">
<p>	<!-- Thumbnails --></p>
<div id="ngg-image-168" class="ngg-gallery-thumbnail-box" style="width:33%;" >
<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/img1.jpg" title=" " class="shutterset_set_18" ><br />
								<img title=" " alt=" " src="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/thumbs/thumbs_img1.jpg" width="280" height="419" /><br />
							</a>
		</div>
</p></div>
<div id="ngg-image-167" class="ngg-gallery-thumbnail-box" style="width:33%;" >
<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/img.jpg" title=" " class="shutterset_set_18" ><br />
								<img title=" " alt=" " src="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/thumbs/thumbs_img.jpg" width="280" height="419" /><br />
							</a>
		</div>
</p></div>
<div id="ngg-image-169" class="ngg-gallery-thumbnail-box" style="width:33%;" >
<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/img_0003.jpg" title=" " class="shutterset_set_18" ><br />
								<img title=" " alt=" " src="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/thumbs/thumbs_img_0003.jpg" width="280" height="419" /><br />
							</a>
		</div>
</p></div>
<p>				<br style="clear: both" /></p>
<div id="ngg-image-170" class="ngg-gallery-thumbnail-box" style="width:33%;" >
<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/img_0113.jpg" title=" " class="shutterset_set_18" ><br />
								<img title="It seems that last year was not a good year for this Da Jie...." alt="It seems that last year was not a good year for this Da Jie...." src="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/thumbs/thumbs_img_0113.jpg" width="280" height="419" /><br />
							</a>
		</div>
</p></div>
<div id="ngg-image-171" class="ngg-gallery-thumbnail-box" style="width:33%;" >
<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/img_0174.jpg" title=" " class="shutterset_set_18" ><br />
								<img title=" " alt=" " src="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/thumbs/thumbs_img_0174.jpg" width="280" height="419" /><br />
							</a>
		</div>
</p></div>
<div id="ngg-image-172" class="ngg-gallery-thumbnail-box" style="width:33%;" >
<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/img_0196.jpg" title=" " class="shutterset_set_18" ><br />
								<img title=" " alt=" " src="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/thumbs/thumbs_img_0196.jpg" width="280" height="419" /><br />
							</a>
		</div>
</p></div>
<p>				<br style="clear: both" /></p>
<div id="ngg-image-173" class="ngg-gallery-thumbnail-box" style="width:33%;" >
<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/img_0221.jpg" title=" " class="shutterset_set_18" ><br />
								<img title=" " alt=" " src="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/thumbs/thumbs_img_0221.jpg" width="280" height="419" /><br />
							</a>
		</div>
</p></div>
<div id="ngg-image-174" class="ngg-gallery-thumbnail-box" style="width:33%;" >
<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/img_9911.jpg" title=" " class="shutterset_set_18" ><br />
								<img title=" " alt=" " src="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/thumbs/thumbs_img_9911.jpg" width="280" height="419" /><br />
							</a>
		</div>
</p></div>
<div id="ngg-image-175" class="ngg-gallery-thumbnail-box" style="width:33%;" >
<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/img_9983.jpg" title=" " class="shutterset_set_18" ><br />
								<img title=" " alt=" " src="http://adalrico.net/2011/wp-content/gallery/lunar-year-2562/thumbs/thumbs_img_9983.jpg" width="280" height="419" /><br />
							</a>
		</div>
</p></div>
<p>				<br style="clear: both" /></p>
<p>	<!-- Pagination --></p>
<div class='ngg-clear'></div>
</div>
<p>Next to the Cemetery is the <strong>Festung Hohensalzburg</strong>, a well-preserved fortress on the top of a hill which oversees Salzburg city. Oh well, nothing much to see in that Fortress, but it might be a good experience. There was a lift to carry visitors to the fortress, and that&#8217;s where the Salzburg Card kick in, because without Salzburg Card, the cost of the lift &#8211; if I am not mistaken &#8211; was about EUR 10 per person. After this Fortress, one may want to go to <strong>Tomaselli Cafe</strong>, to taste the Salzburg sweets and coffee culture. I already wrote a short review about this cafe.</p>
<p>Oh, another interesting place to visit was <strong>Mirabell Garde</strong>n. It&#8217;s really a beautiful garden and it had a spot for rose garden. It is a must visit, either for sight seeing, resting, or taking good photograph <img src='http://adalrico.net/2011/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>See here for related <a href="http://adalrico.net/2010/12/05/salzburg-2/">picture gallery</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adalrico.net/2010/11/19/salzburg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Berwisata (Travelling) ke Jerman dan Austria</title>
		<link>http://adalrico.net/2010/10/20/pengalaman-berwisata-travelling-ke-jerman-dan-austria/</link>
		<comments>http://adalrico.net/2010/10/20/pengalaman-berwisata-travelling-ke-jerman-dan-austria/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2010 16:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adalrico.net/?p=1711</guid>
		<description><![CDATA[Awal bulan Oktober ini saya berwisata ke Jerman dan Austria dan dalam kesempatan ini, saya ingin membagikan pengalaman saya berjalan-jalan di Jerman dan Austria. Perjalanan saya sendiri cukup kacau, karena anggota keluarga saya mengalami diare berkepanjangan (ternyata orang Indo bisa juga diare di negara maju! ;p) dan kami dicopet di Vienna sehingga kehilangan  paspor dan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.adalrico.net/wpdec09/wp-content/uploads/2010/10/IMG_1800.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1727" title="Welcome to Munich" src="http://www.adalrico.net/wpdec09/wp-content/uploads/2010/10/IMG_1800.jpg" alt="Welcome to Munich" width="600" height="900" /></a></p>
<p>Awal bulan Oktober ini saya berwisata ke Jerman dan Austria dan dalam kesempatan ini, saya ingin membagikan pengalaman saya berjalan-jalan di Jerman dan Austria.</p>
<p>Perjalanan saya sendiri cukup kacau, karena anggota keluarga saya mengalami diare berkepanjangan (ternyata orang Indo bisa juga diare di negara maju! ;p) dan kami dicopet di Vienna sehingga kehilangan  paspor dan 1 kartu kredit saja. Karena berbagai macam kesulitan, saya sempat memutuskan untuk mempercepat liburan kami. Namun karena tiket untuk pulang cepat tidak tersedia, akhirnya saya memutuskan untuk memotong sisa liburan kami dan langsung ke rumah saudara kami yang cukup jauh dari tempat kami saat itu (masih mengikuti <em>itinerary</em> awal) dan beristirahat disana sampai anggota keluarga saya pulih dan ada tiket pulang ke Indonesia.</p>
<p>Meskipun demikian, saya dapat mengambil hikmah dari kejadian ini dan ingin membagikan pengalaman saya yang mungkin dapat membantu pembaca yang berencana untuk berlibur di Jerman dan Austria.</p>
<p><strong>Persiapan Masuk ke Jerman (dan mungkin negara Schengen lainnya)</strong></p>
<p>Tentu anda harus mempunyai visa masuk terlebih dahulu. Saya pernah menuliskan pengalaman saya dalam memperoleh visa ke Jerman. Untuk penerbangan saya memilih Emirates karena transit-nya adalah di Dubai. Perjalan ke Dubai adalah sekitar 8 jam dari Indonesia dan ke Muenchen dari Dubai adalah sekitar 6.5jam. Transitnya sekitar 4 jam. Karena saya mengambil kelas ekonomi, saya lebih suka <em>arrangement </em>seperti itu karena saya tidak terlalu lama menghabiskan waktu di pesawat dan punya cukup waktu untuk stretching di Dubai. Bayangkan, jika menggunakan Lufthansa, kita transit di Singapore dulu dan dari Singapore langsung ke Muenchen yang menghabiskan waktu sekitar 11jam. Apa gak tepos tuh pantat? Garuda? Wah, harus ke Amsterdam dulu&#8230;lama bo..</p>
<p>Yang perlu dipersiapkan dari Indonesia:</p>
<ul>
<li>Fotokopi paspor, visa, ticket, dan dokumen perjalanan lainnya.</li>
<li>Pas foto ukuran paspor 4 lembar. Jika paspor anda hilang, anda perlu membuat Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan butuh pas foto. Dulu saya kerepotan untuk mencari tukang foto dan begitu ketemu tukang foto di dekat kedutaan, dia men-<em>charge </em>EUR 22 untuk 4 lembar foto ukuran paspor!</li>
<li>Obat-obatan. Di Jerman and Austria, sulit mencari obat-obatan yang biasa kita konsumsi. Misalnya kalo sering maag, disini sering mengkonsumsi Promag atau Polycrol karena lebih cocok. Di Jerman gak ada, yang lebih cocok mungkin Talcid. Tapi daripada bingung, sebaiknya bawa obat-obatan sendiri dari Indonesia. Obat-obat yang perlu dibawa: Obat Maag, Obat Diare, Obat Sakit Kepala/Paracetamol &#8211; Aspirin mudah ditemukan di Jerman, dan Obat Pencahar (misalnya Laxing).</li>
<li>Bila anda mempunyai penyakit tertentu dan rutin mengkonsumsi obat tertentu, siapkan catatan terperinci mengenai penyakit anda dan obat-obat yang anda konsumsi (termasuk bahan-bahannya). Jika anda masuk ke rumah sakit disana, dokter membutuhkan informasi medik anda dan tidak akan melakukan tindakan medis yang mungkin penting jika tidak mempunyai informasi medik anda.</li>
<li>Jas hujan atau payung kecil. Cuaca di Jerman dapat berubah dalam sehari. Pastikan kemanapun anda pergi, anda mempunyai akses ke jas/jaket hangat atau setidaknya payung kecil.</li>
<li>Alamat kedutaan/konsul Indonesia, karena kalo ada apa-apa, mereka biasanya sangat membantu.</li>
<li>Cek iklim secara umum (Google aja) dan pastikan baju yang dipakai memang sesuai. Jangan lupa kosmetik atau obat perawatan kulit yang sesuai dengan iklimnya (baik untuk pria maupun wanita).</li>
<li>Travel insurance. Ini harus ada.</li>
</ul>
<p><strong>Transportasi</strong></p>
<p>Tak perlu diragukan lagi, sistem transportasi di Jerman dan Austria sangat maju, canggih, dan tertib. Meskipun demikian, petunjuk penggunaan transportasi di negara tersebut biasanya tidak dalam Bahasa Inggris, jadi bila berada di kota kecil mungkin akan membingungkan.</p>
<p>Di Jerman dan Austria, biasanya kondektur MRT (S-Bahn untuk kereta diatas tanah dan U-Bahn untuk kereta bawah tanah) jarang kelihatan. Jadi sepertinya bisa saja kita coba-coba naik secara gratis. Katanya sih suka ada pemeriksaan, meskipun selama 2 minggu saya disana saya tidak pernah melihat seorang kondektur dalam kereta kota. Orang Jerman cukup tertib, jadi tanpa diawasi-pun mereka sudah punya kesadaran sendiri untuk membeli tiket. Ini merupakan contoh yang harus ditiru disini.</p>
<p>Nah, tiket untuk kereta dapat dibeli di counter Deutsche Bahn (D-Bahn Reisecentrum) yang hanya ada di stasiun besar, atau di mesin-mesin penjual tiket yang tersebar di setiap stasiun. Mesin-mesin tersebut mempunyai menu dalam Bahasa Inggris dan lebih efisien daripada dilayani oleh para pegawai D-Bahn yang di Reisecentrum. Karena saya mempunyai Eurail First Class, tentu saja saya berhak untuk menggunakan counter First Class di D-Bahn Reisecentrum, namun pelayanan mereka sungguh mengecewakan dan lambat (di semua kota yang saya kunjungi)! Jauh lebih mudah menggunakan mesin penjual tiket daripada mereka.</p>
<p>First Class di kereta Jerman dan Austria biasanya sangat tenang dan lega (<em>spacious) </em>tapi bagi saya pribadi, ternyata lebih enak menggunakan Second Class karena 1) lebih murah; 2) cukup lega untuk standar Asia; 3) bisa ngobrol dengan teman perjalanan yang lain dan dapat berbagai macam info; 4) sampai sama dengan First Class (ya iyalah..satu kereta kan); dan 5) pelayanan counter untuk Second Class lebih efisien daripada counter First Class. Aneh memang, tapi inilah kenyataan yang membuat warga Jerman sendiri lebih banyak menggunakan Second Class.</p>
<p>Bagi turis, dan warga pada umumnya, jauh lebih hemat membeli tiket terusan, yang bisa juga men-cover tiket bus dan ferry (jika di pelabuhan). Praktis kan! Tiketnya juga bisa dibeli di mesin penjual tiket yang ada setiap stasiun. Di Austria, tiket terusan biasanya bisa dibeli di hotel tempat menginap. Jika naik bus, cukup menunjukkan tiket tersebut dan jika naik ferry, hanya tinggal naik saja tanpa menunjukkan apapun. Ya kalo orang yang suka curang, bisa saja langsung naik tanpa beli tiket dan tidak akan ada yang akan memeriksa (sepanjang perjalanan saya), tapi warga disana sepertinya cukup sadar akan hak dan kewajiban mereka. Sebagai contoh, saya bisa membeli Bayern Ticket dari mesin penjual tiket disana seharga EUR 20. Bayern Ticket bisa digunakan untuk <strong>seluruh </strong>transportasi di wilayah Bavaria selama 3 hari (Jumat-Sabtu-Minggu). Kalo di Hamburg, tiket terusannya seharga EUR 9 untuk 3 orang selama seharian penuh dan berlaku untuk <strong>seluruh </strong>moda transportasi di Hamburg, termasuk ferry dan bus.</p>
<p>Selain menggunakan kereta, bus, atau ferry, turis juga bisa menggunakan taxi yang mahalnya minta ampun. Saya dari bandara Muenchen ke Hotel, kira-kira lebih singkat daripada Cengkareng &#8211; Jakarta saja bayar EUR 60 (sekitar IDR 720k!). Atau jika travelling rame-rame, bisa saja menyewa mobil yang banyak tersedia di stasiun atau bandara. Harganya juga cukup murah (kalo rame-rame) dan ada beragam pilihan beserta GPS biar gak nyasar. Pastikan aja ada driving license international ya.</p>
<p>Oia, auto bahn (jalan tol di Jerman) itu gratis dan super mulus&#8230;jangan kaget kalo ada motor yang masuk karena memang dibolehkan selama mereka bisa ngebut diatas 80km/jam.</p>
<p><strong>Karakter Masyarakat</strong></p>
<p>Secara umum, penduduk asli Jerman dan Austria adalah ramah, suka membantu tanpa pamrih, dan jujur kepada Turis. Namun biasanya mereka kurang suka dengan para imigran dan turis Amerika. Kurang suka dengan imigran karena para imigran biasanya sulit berbaur, bawa penyakit masyarakat (seperti copet, prostitusi, narkoba, religious intolerance, etc), dan kalo yang pinter bisa mengancam lapangan kerja. Kalo turis Amerika karena biasanya mereka suka seenaknya dan kurang toleran sama budaya setempat. Tapi ya ini gambaran umum, bukan berarti setiap orang seperti begitu. Enaknya di Jerman, tarif turis dan orang lokal ya sama. Tidak seperti di Bali&#8230;kalo untuk lokal satu eskrim 10rb tapi untuk orang asing bisa 50rb. Uang kembalian kecil juga dihargai. Disana tidak perlu malu bertanya, mereka pasti senang membantu.</p>
<p>Biasanya warga Jerman dan Austria sangat ramah dan mudah diajak ngobrol, apalagi jika di kafe atau di kereta. Mereka tidak segan-segan bercerita banyak dan memberi tips tempat-tempat yang harus dikunjungi. Kecuali di Stuttgart dimana orang disana sepertinya lebih jutek. Orang yang lebih tua umumnya tidak bisa berbahasa Inggris, tapi yang lebih muda biasanya bisa berbahasa Inggris.</p>
<p>Mood mereka sangat tergantung dengan cuaca. Jadi kalo cuacanya cerah, biasanya mood mereka terasa lebih baik.</p>
<p><strong>Keamanan</strong></p>
<p>Nah kalo soal keamanan, secara umum Jerman dan Austria cukup aman. Tentu jika berkeliaran sampai tengah malam di daerah-daerah sepi sangat tidak disarankan. Polisi biasanya sangat membantu dan bisa berbahasa Inggris, tapi mereka jarang kelihatan karena mengandalkan kamera CCTV yang ada <strong>dimana-mana!</strong> Kalo mau cari kantor polisi, harus tanya sama penduduk lokal karena biasanya kantornya kecil dan agak tersembunyi begitu.</p>
<p>Saya kecopetan di Vienna, di dalam Katedral Stephan. Begitu saya sadar saya kecopetan, saya segera ke kantor polisi terdekat untuk membuat laporan kehilangan karena laporan kehilangan ini sangat diperlukan untuk mengurus hal-hal lain, yang dalam kasus saya ini adalah penggantian paspor. Saya kehilangan paspor dan kartu kredit saya, yang langsung saya blokir. Untungnya tidak ada cash dan dompet utama yang hilang. Menurut Polisi disana, pelakunya biasanya adalah orang dari Eropa Timur (dan orang Jerman &amp; Austria yang saya temui semuanya tidak suka dengan mereka!), karena Eropa Timur sangat dekat dengan Vienna dan lebih miskin! Orang asli Jerman sendiri tidak suka yang namanya copet mencopet begitu. Jadi selama dikeramaian, meskipun secara umum negara Eropa Barat sudah aman, kita harus tetap waspada. Saya menangkap kesan bahwa Polisi Vienna agak kesulitan memberantas para penjahat dari Eropa Timur ini karena tidak gampang mengusir mereka kembali. Saya jadi ingat kasus Perancis yang mengusir orang Gypsy (Roma) yang malah menuai kontroversi (oya, harus hati2 juga sama orang Gypsy ini!).</p>
<p>Saya beruntung pihak Kedutaan Indonesia di Vienna sangat membantu. Saya datang pukul 4 dan sebelum pukul 6 sore saya sudah dibuatkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk pulang ke Indonesia. Salut buat kesigapan mereka. Mereka juga memberikan saran untuk berhati-hati di Eropa, terutama jika bertemu para imigran dari Eropa Timur, Turki, atau dari Afrika Utara, jika mengunjungi kota-kota yang dekat dengan Eropa Timur dan jika menuju Italia (ternyata di kereta menuju Italia banyak terjadi pencopetan!).</p>
<p>Saran saya, jika bepergian ke Eropa Barat, tetaplah harus hati-hati. Perhiasan dan jam tangan mahal sebaiknya jangan dipakai. Jika cuaca dingin, sebaiknya pakai Jaket yang mempunyai kantong di dalam atau jika tidak, taruh barang-barang berharga di tas kecil yang bisa dijadikan kalung. Pakailah celana yang kantongnya agak ribet jadi gak mudah dibuka dari luar. Paspor mungkin bisa ditinggalkan di hotel (taruh di tas ayng terkunci rapat atau safe deposit box) dan bawa kopi paspor aja untuk jalan-jalan di kota. Tenang saja, paspor Indonesia itu tidak ada harganya di black market, jadi males diambil orang <img src='http://adalrico.net/2011/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Bawa cash secukupnya aja, gunakan kartu kredit atau ATM, karena para pencopet itu biasanya mengincar turis-turis Asia yang biasanya bawa uang tunai dalam jumlah besar. Satu lagi, ada baiknya anda menaruh beberapa kartu kredit/ATM di tempat atau tas yang terpisah-pisah, jadi jika kehilangan, anda tidak kehilangan semuanya.</p>
<p><strong>Makanan</strong></p>
<p>Kalo untuk sarapan, biasanya makan roti (rotinya dingin dan keras!), dengan irisan daging dingin (ham, salami, etc), keju, susu, muesli, dan kismis. Jangan harap ada warteg disana. Sangat jarang sekali ada resto yang buka pagi2 untuk sarapan &#8211; menurut standar Indonesia, sarapan itu jam 6-8, tapi jangan harap lihat resto yang buka jam segitu disana apalagi selama musim gugur/dingin.</p>
<p>Secara umum, orang disana banyak makan babi. Memang ada juga daging yang halal, tapi tetap gak seenak masakan pake daging babi <img src='http://adalrico.net/2011/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Untuk makan siang dan makan malam, lebih banyak pilihan. Tapi ingat, bahwa nasi disana sangat tidak enak, jadi biasakanlah untuk makan roti. Menu ikan biasanya sangat mahal, dan hanya orang yang lumayan kaya bisa makan ikan disana, kecuali di Hamburg dan kota pelabuhan dimana ikan cukup murah.</p>
<p>Terus&#8230;jangan cari bubur. Restauran China disana gak menyediakan bubur. Masakan China disana gak begitu enak dan lebih asin, karena disesuaikan dengan selera orang sana. Masakan Indonesia? Gak begitu enak dan lebih mahal.</p>
<p>Nikmati aja makanan Jerman! <img src='http://adalrico.net/2011/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Orang Jerman senang minum bir, sedangkan orang Austria lebih senang minum anggur dan kopi. Jika berada di kafe, harus tanya apa minuman spesialnya dan cobalah <img src='http://adalrico.net/2011/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Kalo untuk saya, bir Paulaner, Augustiner, Spatenbrau, dan Lowenbrau yang cocok. Paulaner mungkin lebih cocok untuk semua orang karena rasanya gak begitu keras.</p>
<p>Erdinger disana sangat murah, hanya 60cent EUR per botol! Bayangkan, di Indonesia aja harganya sekitar 100rb++ (sekitar 10EUR!).</p>
<p>Oia, orang disana sangat senang minum air putih yang pakai gas, mungkin tidak cocok dengan selera orang Indonesia (dan selera orang Prancis juga ;p). Karena itu, kalo beli air kemasan, pastikan ada tulisan<em> ohne kohlensaure</em> &#8211; tanpa gas. Atau kalo pesan air putih di kafe atau restauran, bilang saja <em>still wasser. </em></p>
<p><strong>Emergency dan Obat-obatan.</strong></p>
<p>Pastikan anda dalam kondisi sehat sebelum berangkat ke Jerman dan Austria karena jika anda ke dokter atau masuk rumah sakit, biayanya <strong>sangat </strong>mahal (karena itu anda butuh Travel Insurance untuk me-<em>reimburse </em>biaya pengobatan jika terjadi sakit mendadak atau kecelakaan).</p>
<p>Rumah sakit buka 24 jam dan untuk keadaan darurat bisa langsung kesana. Biasanya ada <strong>dokter spesialis </strong> yang jaga. Berbeda dengan Indonesia dimana dokter jaga biasanya dokter umum yang masih muda dan minim pengalaman. Pendaftarannya juga mudah dan gak ribet. Cukup datang, katakan maksud kunjungan, dan isi formulir pendaftaran yang sederhana. Pastikan anda mempunyai catatan medik yang lengkap terutama mengenai obat-obatan yang dimakan karena dokter disana akan cukup detail menanyakan hal tersebut. Tentu, untuk kasus emergency biayanya pasti mahal, karena itu berhati-hatilah selama disana. Jangan sampai ada kecelakaan!</p>
<p>Farmasi disana sangat ketat, jadi kita gak bisa sembarangan beli obat tanpa resep dokter. Jadi untuk obat OTC, pastikan anda sudah membawanya dari Indonesia. Kalo untuk penyakit yang ringan-ringan, biasanya apoteker disana cukup membantu untuk meresepkan obat-obat OTC (sekali lagi, obat disana belum tentu cocok dengan anda!).</p>
<p><strong>Belanja</strong></p>
<p>Hmm..kalo soal shopping mall, mall di Jakarta jaauuh lebih bagus. Selain itu, shopping mall biasanya tutup cepat hari sabtu dan tutup total di hari minggu. Toko atau butik mewah biasanya ada di jalan-jalan utama, jadi gampang dicari lah.</p>
<p>Supermarkt biasanya tutup sampai jam 6-7 sore di hari kerja, di hari Sabtu setengah hari, dan hari minggu biasanya tutup. Kalo di kota-kota besar biasanya ada yang buka juga 24 jam, sampai hari minggu juga. Farmasi juga biasa tutup hari minggu dan setengah hari pada hari sabtu. Jadi bisa dibayangkan kan betapa sepinya kota-kota kecil pada hari minggu.</p>
<p>Nah, mudah-mudahan <em>sharing</em> saya ini cukup membantu anda. Selanjutnya saya akan memposting liputan dan foto2 setiap kota yang saya kunjungi di Jerman dan Austria.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adalrico.net/2010/10/20/pengalaman-berwisata-travelling-ke-jerman-dan-austria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bapak Fotografi Indonesia?</title>
		<link>http://adalrico.net/2010/09/12/bapak-fotografi-indonesia/</link>
		<comments>http://adalrico.net/2010/09/12/bapak-fotografi-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Sep 2010 15:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interest & Hobbies]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.adalrico.net/?p=1688</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya browsing situs Kaskus. Dalam forum fotografi, ada thread saduran dari Baltyra.com mengenai fotografer yang ternyata cukup berperan penting dalam masa-masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Artikel tersebut ditulis oleh Iwan Satyanegara Kamah. Berikut saya sadur lagi artikelnya. Artikel lengkapnya dapat dilihat disini: http://baltyra.com/2010/08/11/serial-baltyra-orang-orang-terlupakan-dalam-proklamasi-mendur-dan-mendur/ Orang-orang Terlupakan Dalam Proklamasi: Mendur dan Mendur Mendoer ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu saya <em>browsing </em>situs Kaskus. Dalam forum fotografi, ada <em>thread </em>saduran dari Baltyra.com mengenai fotografer yang ternyata cukup berperan penting dalam masa-masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Artikel tersebut ditulis oleh <strong>Iwan Satyanegara Kama</strong>h. Berikut saya sadur lagi artikelnya. Artikel lengkapnya dapat dilihat disini:</p>
<p><a href="http://baltyra.com/2010/08/11/serial-baltyra-orang-orang-terlupakan-dalam-proklamasi-mendur-dan-mendur/">http://baltyra.com/2010/08/11/serial-baltyra-orang-orang-terlupakan-dalam-proklamasi-mendur-dan-mendur/</a></p>
<h2>Orang-orang Terlupakan Dalam Proklamasi: Mendur dan Mendur</h2>
<p>Mendoer dan Mendoer? Kok mirip seperti Johnson&amp;Johnson atau Thompson danThomson, tokoh kembar berkumis dalam komik terkenal karangan Herge, Tintin.Mendoer dan Mendoer di sini adalah dua nama pria kakak beradik, Alex Mendoerdan Frans Mendoer. Siapa mereka?</p>
<p><img class="alignleft" title="Mendur" src="http://i38.tinypic.com/am62z6.jpg" alt="" width="665" height="799" />Generasi sekarang banyak yang tidak tahu nama mereka. Mungkin lupa ataumemang sengaja dilupakan. Apalagi untuk mengenang apa yang mereka lakukan padasaat-saat bersejarah hari 17 Agustus 1945, ketika sebuah negara besar lahir disebuah ruang kecil, beranda rumah Soekarno, di Jalan Pegangsaan Timur 56,Cikini, Jakarta.</p>
<p>Peristiwa pada Jumat pagi itu, akan hanya sekali terjadi dan tidak akanterulang selamanya. Irreversible. Tidak bisa diulang, bagaikan kelahiranmanusia. Sekali keluar dari rahim, ya sudah. Tidak mungkin dan tidak dapatdimasukkan kembali ke dalam rahim.</p>
<p>Bila peristiwa maha penting itu berlalu, hanya segelintir manusia yang dapatmengenangnya di kepala masing-masing, dengan kekuatan imajinasi visual yangdimilikinya. Namun sayang, tak semua yang hadir menyaksikan peristiwa 17Agustus 1945 di rumah Soekarno itu, bisa menuangkannya dalam bentuk sketsa ataulukisan.</p>
<p>Upacara penandatangan kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 1776, hanyabisa diabadikan oleh sebingkai lukisan besar yang dibuat 19 tahun kemudian olehpelukis neo-klasik Amerika John Trumbull. Dia banyak membuat lukisan-lukisanyang mengabadikan jalannya revolusi Amerika.</p>
<p>Atau upacara pembacaan proklamasi Cina pada 1 Oktober 1949oleh Mao Zedong di Lapangan Tian An Men, Beijing, yang diabadikan banyak fotountuk mengenang peristiwa penting bagi rakyat negera terbanyak penduduknyasejagat itu. Atau kemerdekaan Malaysia sebagai hadiah dari Inggris, sehinggaupacara proklamasi sudah terencana matang dengan banyak kamera foto atau TV yangsiap mengabadikannya</p>
<p>Bagaimana dengan upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia? Wooo&#8230; jauh darikesiapan dan seperti sebuah peristiwa yang tak terencanakan meski sudahdijanjikan akan terjadi. Situasi yang genting dan serba cepat pada hari-hariantara 15 hingga 17 Agustus 1945, mem buat semua kejadian berlangsung begitucepat dan darurat.</p>
<p>Mau diproklamasikan di mana Indonesia ketika terjadi kekosongan kekuasaan?Belanda jelas sudah tidak ada, lha sudah terusir oleh Jepang dengan kenistaantiga setengah tahun lalu. Lalu Jepang? Lha, Jepang sudah menyerah kepadakekuatan Sekuta karena dua kotanya diratakan dengan bumi oleh bom atom. Nah,ini kesempatan untuk merdeka tanpa perlu minta ijin kepada siapa-siapa, kecualikepada rakyat Indonesia sendiri.</p>
<p>Frans dan Alex Mendoer adalah dua fotografer yang hadir pada saat pembacaannaskah proklamasi di rumah Soekarno. Mereka berdua berhasil mengabadikan peristiwabersejarah itu dalam berapa frame foto yang kemudian kita kenal sekarang. SaatSoekarno membacakan proklamasi, saat Soekarno berdoa setelah membacakanproklamasi serta bendera ketika bendera Merah Putih pertama kali dikibarkan dibumi Indonesia. Semua hasil karya SOEMARTO FRANS MENDOER. Lalu kemana karyaAlex, sang kakaknya Frans? Dirampas Jepang!</p>
<p>Frans sendiri menyembunyikan hasil pemotretan upacara prokalamasi beberapalama di bawah pohon di halaman kantor harian Asia Raja. Kalau tidak, bisadirampas Jepang dan habislah sudah momen penting itu dari ingatan visual bangsaIndonesia.</p>
<p>Tidak mengherankan, bila foto upacara pembacaan proklamasi kemerdekaanRepublik Indonesia, baru muncul di harian Merdeka pada Rabu 20 Februari 1946!Lalu apa yang didapatkan Alex dan Frans Mendoer dari karyanya itu? TIDAK ADA!</p>
<p>Frans dan Alex tidak hanya mengabadikan peristiwa bersejarah 17 Agustus 1945itu. Jauh sebelum itu dan sesudahnya, banyak peristiwa dan romantika jalannyarevolusi kelahiran bangsa Indonesia, berhasil direkam oleh mereka berdua.Mereka mengabadikannya bukan dengan kamera semata, tetapi dengan keberanian,ketulusan, kejujuran dan tanpa pamrih!</p>
<p>&#8220;Ini gambar foto perjuangan saya bangsa saya. Silahkan Anda bawa ke negeriAnda. Silahkan Anda siarkan di sana&#8221;, kata Frans suatu hari kepada siapapunyang dikenalnya, terutama kepada wartawan asing. Kalau jaman sekarang? Entardulu&#8230;.enak aja.. Gue dapat royalty nggak? Emangnya nenek moyang lho yangmotret?</p>
<p>Lihatlah karya monumental Alex Mendoer, yang mengabadikan Bung Tomo sedangberorasi di Malang, yang kemudian dimanipulasi oleh kita sendiri, seolah-olahBung Tomo sedang mengobarkan semangat rakyat Surabaya jelang peristiwa heroik10 Nopember 1945!</p>
<p><img class="alignleft" title="Bung Tomo" src="http://i37.tinypic.com/25ui5va.jpg" alt="" width="180" height="247" />Lihat juga karyamonumental Frans Mendoer yang mengabadikan Soeharto menjemput PanglimaSoedirman pulang dari gerilya. Foto itu dicetak kembali dengan hasil yangbersih oleh Soeharto dan diperbesar lalu dipasang di ruang kerjanya di BinaGraha. Dalam gambar itu tampak Sjafruddin Prawiranegara di ujung kiri, namundicropping oleh Soeharto karena orang itu menentang kekuasaannya</p>
<p><img class="alignleft" title="Pak Harto" src="http://i34.tinypic.com/2njkoeb.jpg" alt="" width="276" height="182" />Apakah Soehartomemberikan sesuatu kepada Frans dan juga Alex Mendoer? Rasanya sulit mengatakaniya. Justru pada Soeharto mereka hidup dalam &#8220;kesengsaraan&#8221; dan dibiarkan matitanpa jasa yang selayaknya. Bahkan seharusnya Frans dan Alex diberikan predikatBapak Fotografi Indonesia. Buktinya Hari Musik Nasional dicanangkan PresidenMegawati Soekarnoputri berdasarkan hari lahir WR Soepratman pada 2003</p>
<p>Banyak sekali negatif film berisikan momen-momen penting perjuanganIndonesia hasil karya Alex dan Frans Mendoer, yang dibiarkan rusak dan tidakdiperhatikan oleh pemerintah secara serius. Suatu hari nanti, ketika negeriIndonesia beranjak menjadi negara besar, datanglah tawaran dari orang asing,seperti George Soros atau Bill Gates yang mau membeli semua negatif film karyaMendoer bersaudara dengan harga berapapun&#8230; Waah.. matilah kita semua. Bisa-bisasetiap penayangan foto Proklamasi 17 Agustsu 1945, kita harus membayar royaltykepada orang asing!</p>
<p><img class="alignnone" title="Proklamasi" src="http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/08/Pembacaa-naskah-proklamasi.jpg" alt="" width="800" height="671" /></p>
<p><img class="alignnone" title="Proklamasi 2" src="http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/08/Pembacaan-proklamasi-2.jpg" alt="" width="800" height="634" /></p>
<p><img class="alignnone" title="Proklamasi 3" src="http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/07/Berita-pertama-kali-tentang-Prokalamsi-di-suratkabar-Feb-1946.jpg" alt="" width="640" height="465" /></p>
<p><img class="alignnone" title="Proklamasi 4" src="http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/08/Pembacaan-proklamasi.jpg" alt="" width="800" height="625" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adalrico.net/2010/09/12/bapak-fotografi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

